Rabu, 14 Agustus 2019

KMA NOMOR 184 TAHUN 2019 TENTANG PEDOMAN IMPLEMENTASI KURIKULUM PADA MADRASAH



A.      Latar Belakang
Undang-Undang   Republik  Indonesia   Nomor   20  Tahun   2003  tentang Sistem    Pendidikan   Nasional    menyatakan   bahwa   Pendidikan   Nasional berfungsi  mengembangkan   kemampuan   dan   membentuk   watak  
serta peradaban    bangsa    yang bermartabat    dalam    rangka    mencerdaskan kehidupan  bangsa,  bertujuan  untuk  berkembangnya potensi peserta didik agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Madrasah merupakan satuan pendidikan formal di  bawah binaan Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum berciri khas Islam.   Pendidikan  Islam  berfungsi untuk  membentuk  manusia  Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan  hubungan  inter dan antarumat  beragama,   dan  ditujukan  untuk  berkembangnya kemampuan peserta  didik dalam  memahami,  menghayati, dan  mengamalkan  nilai-nilai agama yang  menyerasikan  penguasaan  ilmu   pengetahuan,   teknologi  dan seni.

Dalam  Rencana  Induk  Pengembangan Pendidikan Madrasah  2010-2030 dinyatakan   bahwa   visi  madrasah   adalah   mewujudkan   madrasah  yang unggul dan  kompetitif.  Misi  madrasah adalah  mengupayakan terwujudnya madrasah  sebagai lembaga  pendidikan berbasis ilmu  dan  nilai-nilai agama yang berkeunggulan, berkualitas, dan berdaya saing. Sedangkan tujuan madrasah adalah menghasilkan manusia dan masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki sikap  agamis,  berkemampuan  ilmiah  amaliah,  terampil  dan profesional,  sehingga akan senantiasa  sesuai dengan tatanan kehidupan.

Dalam     rangka   meningkatkan   mutu    dan   daya    saing   madrasah, Kementerian Agama mengembangkan madrasah dalam bentuk: madrasah akademik,   madrasah  keagamaan,  madrasah  vokasi/kejuruan,   madrasah plus keterampilan, dan madrasah unggulan lainnya. Madrasah telah banyak melakukan inovasi dalam pegembangan implementasi kurikulum madrasah untuk mewujudkan keunggulan-keunggulan tersebut.  Oleh karena  itu Kementerian  Agama  terus  mendorong dan  memberikan  ruang  inovasi  dan kreatifitas  kepada satuan pendidikan madrasah.

Pemerintah   telah   menetapkan   standar   nasional   pendidikan   sebagai acuan dalam pengelolaan pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menegah.   Disamping itu pemerintah telah memberlakukan kurikulum 2013 sebagai panduan  umum dalam  penyelenggaraan pembelajaran  pada satuan pendidikan.    Karakteristik  kurikulum  2013  adalah  adanya  keseimbangan antara pengembangan aspek sikap spiritual  dan sosial, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

Madrasah  di  Indonesia  pada  kenyataannya  memiliki karakteristik yang beragam,    yaitu     madrasah    negeri,     madrasah    swasta   yang   dikelola masyarakat,  madrasah berbasis pesantren, madrasah akademik,  madrasah program keagamaan, madrasah  vokasi/kejuruan,  madrasah program keterampilan dan lain-lain. Keragaman madrasah ini berpengaruh pada implementasi    kurikulum   di    madrasah.   Karena    itu,    madrasah   dapat berinovasi dalam mengimplementasikan kurikulum madrasah sesuai dengan ciri khas  madrasahnya.

Semangat   Manajemen   Berbasis  Madrasah   (MBM),    telah memberikan otonomi  yang  luas  kepada  madrasah  dalam  mengelola pendidikan.   Salah satunya adalah  madrasah dapat mengembangkan kurikulum  tingkat  satuan pendidikan  sesuai  visi,  misi,  tujuan  dan  kondisi madrasahnya.  Kurikulum madrasah hendaknya  dikembangkan dengan memperhatikan  tujuan pendidikan  nasional,  tujuan  madrasah,  perkembangan  ilmu  pengetahuan dan teknologi serta tuntutan zaman. Khususnya dalam menghadapi revolusi industri  4.0, madrasah  harus  dapat menyiapkan kompetensi peserta didik di era   milenial   untuk   dapat  melaksanakan  pembelajaran   abad   21    yakni memiliki kemampuan 4 C (critical thinking, creativity, communication and collaboration).

Sebagai lembaga  pendidikan umum berciri khas Islam,  maka kurikulum madrasah harus dirancang dalam rangka penguatan moderasi beragama, Penguatan Pendidikan Karakter  (PPK),  pendidikan anti  korupsi, literasi dan pembentukan akhlak mulia peserta didik.

Agar  implementasi  kurikulum  di  madrasah berjalan   secara efektif  dan efisien   maka    Kementerian    Agama    menyusun   pedoman   implementasi kurikulum    sebagai   panduan    bagi   satuan    pendidikan   dan   pemangku kepentingan lainnya dalam  menyelenggarakan pendidikan  madrasah.

B.      Maksud dan Tujuan

Maksud  :   Pedoman implementasi ini dimaksudkan  sebagai panduan  satuan pendidikan dalam  mengimplementasikan  kurikulum  di madrasah.

Tujuan    :   Pedoman     implementasi     Kurikulum     mi     bertujuan     untuk standarisasi  implementasi  Kurikulum  di   Madrasah   dan memberikan   kesempatan  kepada  madrasah  untuk   berinovasi dalam  mengimplementasikan  kurikulum  madrasah.


Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.